Iblis Lembah Tengkorak


Serial Pendekar Rajawali Sakti

Download

Istana Yang Suram – SH Mintardja

Suramnya Bayang-Bayang – SH Mintardja

SH Mintardja – Bunga Di Batu Karang


Download  :  pdf     prc 

SH Mintardja – Panasnya Bunga Mekar

SH Mintardja – Hijaunya lembah Hijaunya Lereng Pegunungan

SH Mintardja – Meraba Matahari

SH Mintardja – Matahari Esok Pagi

SH Mintardja – Tanah Warisan


AWAN yang kelabu mengalir dihanyutkan oleh angin yang kencang ke Utara. Segumpal bayangan yang kabur melintas di atas sebuah halaman rumah yang besar. Kemudian kembali sinar matahari memancar seolah-olah menghanguskan tanaman yang liar di atas halaman yang luas itu. Seorang perempuan tua berjalan tertatih menuruni tangga pendapa rumahnya. Kemudian memungut beberapa batang kayu yang dijemurnya di halaman. Sekali-kali ia menggeliat sambil menekan punggungnya. Dengan telapak tangannya yang kisut dihapusnya keringat yang menitik di keningnya.  “Hem,” perempuan itu berdesah. “Kalau saja mereka masih ada di rumah ini.”  Perempuan itu kini berdiri tegak. Ditengadahkan wajahnya kelangit, dan dilihatnya matahari yang telah melampaui di atas kepalanya.  Tanpa sesadarnya diedarkannya pandangan matanya berkeliling. Keningnya berkerut ketika dilihatnya halaman rumahnya yang menjadi liar karena tidak terpelihara. Rumah besar yang kotor dan rusak. Kandang yang kosong dan lumbung yang hampir roboh.  Perempuan itu menarik nafas dalam-dalam.

Kemudian kembali ia membungkukkan punggungnya, memungut beberapa batang kayu bakar yang dijemurnya di halaman. Ketika perempuan itu melihat seseorang berjalan di lorong depan regol halamannya, maka ia mencoba menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Tetapi orang itu memalingkan wajahnya,dan berjalan semakin cepat.

Download

SH Mintardja – Tembang Tantangan


Cerita dengan setting Kerajaan Mataram, menampilkan sebuah padepokan yang dipimpin oleh Ki Margawasana yang menghasilkan murid-murid yang  mumpuni dalam olah kanuragan untuk didharma baktikan di jalan kebenaran.

Namun karena merasa usia yang sudah lanjut pada akhirnya Ki Margawasana menyerahkan tampuk pimpinan padepokan pada murid yang tertua yang bernama Ki Mina, yang setelah menerima tampuk kepemimpinan padepokan diberi nama oleh gurunya Ki Margawasana dengan nama baru Ki Udayana demikian pula dengan padepokan berganti nama menjadi Padepokan Udayana. Setelah menyerahkan pimpinan padepokan kepada muridnya tertua, Ki Margawasana pun memutuskan untuk meninggalkan padepokannya dan pergi menyepi, mendekatkan diri dengan Yang Maha Agung. Dalam hening Ki Margawasana akan dapat melihat lebih tajam lagi ke dirinya sendiri serta lingkungannya.

Padepokan yang dipimpin oleh Ki Udayana mulai menerima murid baru baik cantrik maupun mentrik walaupun tidak banyak dan melalui seleksi yang sangat ketat. Sewaktu padepokan dipimpin oleh Ki Margawasana, tidak menerima murid baru, dan murid bungsu Ki Margawasana adalah seorang muda bernama Wikan.
Wikan merupakan tokoh muda dalam cerita ini, mengawini seorang janda kembang bernama Tanjung yang mempunyai anak angkat/anak temon yang mempunyai keanehan luar biasa dibanding anak-anak seusianya, yang suara tangisnya dapat menggetarkan dada orang berilmu kanuragan sekalipun, oleh karenanya bayi yang oleh ibunya tanjung diberi nama Tatag menjadi rebutan tokoh-tokoh persilatan dengan berbagai kepentingannya.

Wikan, walaupun adalah murid bungsu Ki Margawasana, namun karena bakatnya mempunyai kemampuan kanuragan yang lebih tinggi dari kakak-kakak seperguruannya, dan bersama-sama Ki Udayana telah tuntas menjalani laku ilmu pamungkas dari Ki Margawasana. Bahkan kemampuan kanuragannya melebihi gurunya sendiri karena kemudaannya.

Download     Download2

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 397 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: