Orang-Orang Malioboro


 

Jiwangga terkapar. Tubuhnya penuh nganga mengalirkan darah menggenangi tanah kering di seberang jalan depan tempatku berdagang. Telinga kirinya hilang tertebas secara ngawur oleh massa yang membabi buta, dan menyeretnya ke tengah jalan.
Lututnya pecah membuatnya tak mampu lagi berdiri di tempat itu, di tengah pasar, tempat berkumpulnya manusia maupun Iblis saling berinteraksi dan bertransaksi.
Jiwangga pelaku kriminal yang biasa berkeliaran di sekitar Malioboro. Dan orang-orang di sekitar situ telah menandai wajahnya juga kawan-kawannya. Hanya saja mungkin itu adalah hari terburuk bagi perjalanan hidupnya. Dia terkapar mengenaskan dirajam massa.
Tubuhnya nyaris tak kukenali lagi. Kali ini dia telah gagal melakukan tugasnya yang mulia sebagai seorang bapak yang mencarikan nafkah bagi dua putri kembarnya yang masih ranum. Walaupun orang menyalahkan pekerjaannya. Tapi aku tidak. Bagiku, dia tetap seorang kawan yang baik, walau pun kadang angkuh terhadap keahliannya. Menjambret dan mencopet.
Download 
Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: