Sekuntum Rindu Untuk Ibu – Feryanto Hadi


Ibu merupakan sebuah peran sosial yang sangat kita kenal dan begitu dekat dengan kehidupan kita. Kiranya di dunia ini, tidak ada budi yang bisa mengimbangi ataupun membalas kasih sayang maupun cinta dari seorang ibu. Cinta seorang ibu terus ada eperti sebuah mata air, tak pernah surut, mengalir dalam darah dan ruh kita.

Seperti seorang guru, seorang ibu sejatinya juga adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan tulus dan ikhlas telah memberikan melebihi dari yang seharusnya diberikan, Walau terkadang seorang ibu tidak bisa memberikan apa yang anaknya minta, namun seorang ibu akan selalu berusaha memberikanyang terbaik untuk anak-anaknya.

Sedangkan anak adalah buah cinta dari dua hati, dua raga, namun ia tidak dititipkan dalam dua rahim. Iaa dititipkan dalam rahim san ibu, selama sembilan bulan atau lebih: disana ia hidup dalam kesunyian sembari menghisap saripati kehidupan sang ibu. Lalu ia keluar (lagi-lagi) atas perjuangan seorang ibu.

Permasalahannya, kita, sebagai anak, seringkali ‘lalai’ atau mengabaikan segala perjuangan serta perngorbanan yang telah ibu berikan kepada kita. Bahkan tidak jarang, baik disengaja atau tidak, kita kerapkali menyakiti hati ibu dengan memberikan perkataan-perkataan keras maupun memperlakukannya secara tidak baik. Bahkan kita tidak sering berkaca, menyediakan vwaktu untuk mengingat-ingat kebaikan dan cinta yang telah kita dapatkan dari ibu kita, dari semenjak kita berada di dalam kandungan, hingga sekarang.

Dalam buku ini saya mengajak kepada pembaca semua untuk merenung kembali serta mengingati kembali atau menapak tilas tentang jasa-jasa ibu kita dari saat beliau mengandung, melahirkan, hingga membesarkan kita dengan penuh kasih sanyang dan perjuangannya yang tidak mudah. Penulis berharap, setelah membaca buku ini, kita semua akan menjadi seorang anak yang berbakti, yang bisa menjadi kunci surga bagi ibu kita.

Download

Box.net            Jumbofiles     4shared

Satu Tanggapan to “Sekuntum Rindu Untuk Ibu – Feryanto Hadi”

  1. M.Fauzi Rizal Says:

    setuju, kita sebagai anak seringkali ‘lalai’. mungkin sering banget, malah jadi anak yang berbakti hanya menjadi impian para ibu.
    Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang tuaku. tempatkan lah mereka di tempat terbaik di sisimu, amiiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: